‘DOSEN TAMU’ PROGRAM STUDI BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM

Program studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam Institut Agama Islam Negeri Kendari mengadakan kegiatan Pembinaan Studi Profesi oleh Dosen Tamu secara online melalui virtual Zoom Meeting, Kamis (19/8/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan wawasan calon penyuluh terhadap masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Juga untuk memperkuat profi lulusan BPI yang diharapkan mampu memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada masyarakat pada berbagai bidang dalam rangka pengembangan profesi Bimbingan Penyuluhan Islam. Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari Perjanjian Kerjasama dengan mitra-mitra FUAD khususnya prodi BPI, salah satunya LPKA Kelas II A Kendari.

Kegiatan pembinaan studi profesi yang dilaksanakan hari ini mengusung tema Pola Pembinaan Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Kegiatan ini merupakan seri pertama dari kegiatan dosen tamu yang diagendakan dengan mengundang Bapak Akbar Amnur, A.Md.IP.SH.M.SI selaku kepala LPKA kelas II Kendari sebagai Dosen Tamu.

Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Bapak Dr.Nurdin, S.Ag., M.Pd. dalam sambutan dan keynote speech nya menyatakan bahwa kenakalan anak dan remaja yang menjurus pada persoalan-persoalan hukum tidak cukup ditangani oleh orang tua tetapi sudah harus melibatkan pihak lain dan membutuhkan penanngan khusus. Contohnya misalnya penyalahgunaan narkotika, minum-minuman keras, seks bebas, masuk dalam komersial seks dsb. Hal ini itu tidak cukup ditangani orang tua, tidak cukup ditangani oleh sekolah, tetapi melibatkan lembaga-lembaga yang lain termasuk  di dalamnya itu endingnya itu adalah di Lembaga Pembinaan Khusus Anak.

Sementara itu Bapak Akbar Amnur selaku Kepala LPKA II Kendari yang juga merupakan Dosen Tamu ini dalam presentasinya menampilkan aktivitas para anak di LPKA kelas II Kendari. Aktivitas mereka dimulai dengan bangun pagi untuk beribadah, dilanjutkan dengan apel pagi untuk memulai aktivitas dan juga untuk melatih kedisiplinan setiap hari. Sama seperti anak-anak di luar LPKA, mereka juga belajar untuk menuntut ilmu, selain itu juga berkesenian untuk meningkatkan kreativitas.

Bapak Akbar Amnur juga menjelaskan bahwa LPKA memiliki beberapa program pembinaan seperti pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, pembinaan kemasyarakatan. LPKA juga memenuhi hak dasar anak binaan seperti pemberian vitamin, pemeriksaan kesehatan secara rutin, kegiatan wajib beribadah, pemenuhan hak identitas anak, quality control makanan, membaca buku, konseling, pemberian remisi, integritas sosal, kunjungan keluarga dan komunikasi dengan keluarga.

Dalam pelaksanaan program di LPKA, para orang tua anak itu tetap bisa berkomunikasi dan mendapat informasi tentang anak mereka.

“Kami membentuk grup chat di WhatsApp bersama orang tua anak binaan di LPKA ini, jadi kami akan memberitahukan informasi tentang anak mereka. Misalnya, kalau ada yang jatuh, kami mengabarkan kepada orang tua anak tersebut bahwa anak itu jatuh dan sudah mendapat penanganan,” ujar bapak Akbar Amnur.

Bapak Akbar Amnur menjelaskan bahwa anak yang ditempatkan di Lembaga Permasyarakatan akan kehilangan banyak hak-hak nya.

“Siapapun orangnya ketika telah mendapati penjara pasti akan mendapat derita-derita. Diantaranya adalah kehilangan kemerdekaan, kehilangan barang-barang pribadinya, kehilangan kenikmatan sebuah layanan, kehilangan hubungan seksual dan kehilangan rasa aman,” jelasnya.

Bapak Akbar Amnur menambahkan, setiap pelaku mengalami keretakan dengan hubungan kehidupannya sehingga peran penyuluh sangat penting untuk membangkitkan kepercayaan diri mereka agar ketika kembali kemasyarakat bisa menjadi individu yang baik dan positif.

Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) kerap kali mendapatkan perlakuan diskriminatif, mereka dicap sebagai anak nakal, oleh karena itu penyuluh juga memiliki peran untuk melakukan penyuluhan terhadap masyarakat untuk tidak memberikan label dan tidak menjatuhkan mental para mantan napi.

Ketua panitia kegiatan Dosen Tamu Khairunnisa Syamsu, M.Pd. menyampaikan kegiatan pembinaan studi profesi oleh dosen tamu akan dilaksanakan secara rutin setiap dua kali dalam sebulan dengan menghadirkan praktisi-praktisi yang ahli di bidangnya masing-masing yang tentunya ada kaitannya dalam pengembangan profesi mahasiswa BPI.

Kegiatan pembinaan studi profesi oleh dosen tamu akan kembali diadakan beberapa bulan kedepan dengan menghadirkan beberapa dosen tamu, antara lain Bapak Marwijid, S.Sos. yang merupakan Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Kendari, Ibu Munawar, S.Pd., M.Pd. yang merupakan Kepala seksi penyuluhan agama islam dan sistem informasi Kanwil Kemenag Sultra, serta beberapa praktisi-praktisi lainnya.

Kegiatan ini dalam rangka mendekatkan praktisi ke dunia akademik/ ruang kelas, juga bentuk upaya kampus mewujudkan ‘kampus merdeka, merdeka belajar’ dimana mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.