Penguatan Budaya Keselamatan: Kaprodi Manajemen Dakwah Hadiri Pelatihan Mitigasi Kebakaran
Kendari, 21 Juni 2025 – Ketua Program Studi (KAPRODI) Manajemen Dakwah mengikuti Kegiatan pelatihan keselamatan dan penanggulangan kebakaran yang diselenggarakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya peningkatan wawasan dan keterampilan dalam mitigasi bencana, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan di lingkungan kampus.
Kaprodi Manajemen Dakwah turut serta dalam kegiatan Pelatihan yang berlangsung di Markas Komando Damkar Kendari, kegiatan ini menghadirkan para instruktur berpengalaman yang memberikan materi dasar mengenai penanganan kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), evakuasi darurat, hingga simulasi langsung pemadaman api di lapangan. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teknik-teknik penyelamatan sesuai standar keselamatan.

Kaprodi Manajemen Dakwah menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat budaya keselamatan di lingkungan institusi pendidikan. Menurutnya, pemahaman tentang manajemen risiko dan penanganan keadaan darurat sangat penting untuk mendukung kelancaran proses pendidikan serta menjamin keamanan sivitas akademika.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan kita terhadap potensi kebakaran yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Ke depannya, kami berharap dapat mengimplementasikan pengetahuan ini untuk menyusun program mitigasi risiko di lingkungan prodi dan fakultas,” ungkap Kaprodi Manajemen Dakwah.
Dinas Pemadam Kebakaran Kendari mengapresiasi partisipasi akademisi dalam kegiatan ini. Kolaborasi tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam memperluas edukasi keselamatan hingga ke lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Damkar Kendari dan Program Studi Manajemen Dakwah IAIN Kendari dalam pengembangan pelatihan keselamatan, edukasi mitigasi bencana, serta program pemberdayaan masyarakat terkait manajemen risiko kebakaran.
Dengan adanya kegiatan ini, institusi pendidikan diharapkan semakin siap dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan dan semakin berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan responsif terhadap risiko. (EK)
