SMAN 11 Bombana Siap Jadi Sekolah Agen Moderasi Beragama bersama FUAD IAIN Kendari
Bombana, 20 Oktober 2025 – Fakultas Ushuluddin Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Kendari melaksanakan kegiatan Pencanangan Sekolah Agen Moderasi Beragama di SMAN 11 Bombana, Senin (20/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan semangat moderasi di lingkungan pendidikan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dekan FUAD IAIN Kendari Bapak Dr. Muh. Shaleh, M.Pd yang juga menjadi narasumber utama dalam acara tersebut. Dalam materinya berjudul “Peran Generasi Muda dalam Moderasi Beragama”, beliau menekankan pentingnya peran pelajar sebagai ujung tombak perubahan sosial dan penjaga harmoni dalam keberagaman. Generasi muda, katanya, harus memiliki kesadaran kritis dan sikap terbuka dalam menyikapi perbedaan agama, budaya, dan pandangan.

Pemateri kedua, Bapak H. Muhamad Hasan Madjid, SP., M.Si, selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bombana, membawakan materi “Profil Moderasi Beragama di Sulawesi Tenggara.” Ia menjelaskan kiprah FKUB dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan antarumat beragama di daerah, sekaligus mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Ibu Andi Dewi Kusuma Wati, S.Pd., M.Pd, dalam paparannya yang berjudul “Moderasi Beragama di Lingkup Sekolah”, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi semua siswa tanpa memandang latar belakang agama. Moderasi, menurutnya, bukan sekadar konsep, tetapi harus dihidupkan dalam keseharian interaksi di sekolah.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para agen moderasi beragama FKUB Bombana yang terdiri dari perwakilan umat Islam, Hindu, dan Kristen. Momen tersebut ditandai dengan pengikraran Moderasi Beragama di SMAN 11 Bombana, sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekolah.


Sebagai Ketua Panitia, Aldilal, S.I.K., M.I.Kom, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sekolah dalam memperkuat peran sebagai agen perubahan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal di mana sekolah mampu berperan sebagai agen dalam membangun moderasi beragama yang solutif terhadap berbagai bentuk perpecahan yang sering muncul di lingkungan pendidikan,” ujar Aldilal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat moderasi, toleransi, dan persaudaraan dapat tumbuh kuat di kalangan generasi muda dan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya kehidupan sosial yang damai dan harmonis di Sulawesi Tenggara.