IAT PERKUAT METODOLOGI TAFSIR, DEMI AKSELERASI AKADEMIK MAHASISWA

Kendari, 14 Oktober 2025 – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) IAIN Kendari menggelar kuliah umum dengan tema “Akselerasi Akademik Mahasiswa IAT melalui Penguatan Metodologi Penelitian Tafsir” dengan mengundang Dr. Muhammad Ulinnuha, Lc., MA., Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUD) Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta sekaligus penulis buku Metode Kritik ad-Dakhil fit Tafsir, sebagai narasumber.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerjasama yang telah terjalin antara FUAD IAIN Kendari dengan FUD Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Kegiatan Kuliah umum ini dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Kendari Dr. Muh. Shaleh, M.Pd, Wakil Dekan III Dr. Muhammad Hasdin Has, M.Th.I, Ketua Program Studi IAT Dr. Ni’matuz Zuhrah, Lc., M.Th.I., Ketua KJM FUAD Dr. Hasan Basri, M.Pd. dan beberapa dosen FUAD.

Dekan FUAD IAIN Kendari Dr. Muh. Shaleh, M.Pd dalam sambutannya menyatakan bahwa “kerjasama antara FUAD IAIN Kendari dan FUD IIQ Jakarta bertujuan untuk meningkatkan Tridharma Perguruan Tinggi, mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kuliah umum ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan serta keterampilan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian tafsir yang berkualitas”.

Selanjutnya menurut Kaprodi IAT, Dr. Ni’matuz Zuhrah, Lc., M.Th.I bahwa kuliah umum ini selain bertujuan untuk memperdalam wawasan mahasiswa IAT, juga utamanya untuk mempercepat proses kelulusan mahasiswa IAT, khususnya mereka yang berada di semester 5-6. “Kami berharap dengan penguatan metodologi tafsir, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ide, tetapi juga mengetahui langkah-langkah penelitian yang harus dilakukan untuk menyelesaikan studi mereka tepat waktu,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang digelar di Aula Lantai III FUAD ini, Dr. Muhammad Ulinnuha, Lc., M.A selaku narasumber kuliah umum menyampaikan bahwa kegiatan ini juga memiliki tujuan penting untuk mengkoneksikan dan mempererat hubungan antara komunitas akademik bagian barat dan timur Indonesia. Dalam sesi materinya, beliau menjelaskan tentang berbagai ruang lingkup riset yang dapat dikembangkan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT). Beberapa topik riset yang disarankan antara lain kajian dalam Ilmu Al-Qur’an, yang meliputi tema-tema seperti asbab nuzul, nasikh mansukh, dan qira’at. Selain itu, kajian Mushaf meliputi berbagai aspek seperti pentashihan Qur’an, penerbitan mushaf, serta pemanfaatan mushaf digital. Di sisi lain, Tafsir/Terjemah mencakup kaidah tafsir, sejarah tafsir, serta kajian terhadap manuskrip dan metode tafsir.

Dalam kajian Kritik Tafsir, Dr. Muhammad Ulinnuha, Lc., M.A. menyampaikan beberapa aspek yang bisa dikaji mahasiswa meliputi kajian tokoh, produk penafsiran, serta sumber data tafsir yang melibatkan hadis, qaul sahabat, dan sumber lainnya. Sedangkan pada ruang lingkup Living Qur’an, beliau menjelaskan bagaimana penafsiran al-Qur’an dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pengobatan medis, perekonomian, politik, serta dakwah dan syi’ar. Dengan pemahaman ini, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan penelitian yang mendalam dan relevan dalam berbagai bidang keilmuan al-Qur’an dan tafsir.

Antusiasme mahasiswa sangat terlihat selama acara berlangsung. Banyak mahasiswa, khususnya yang berada di semester akhir, berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai ide penelitian dan judul skripsi yang akan diambil. Salah satunya, Muhammad Agung, mahasiswa IAT semester 3, mengungkapkan, “Saya jadi tahu langkah-langkah yang bisa saya lakukan untuk mempersiapkan diri agar kuliah saya bisa cepat selesai. Meskipun saya masih semester 3, kini saya tahu saya harus mulai banyak membaca penelitian-penelitian yang sudah dilakukan oleh pendahulu saya agar bisa mengenali kecenderungan minat penelitian yang akan saya lakukan nanti dari ragam lingkup riset yang dijelaskan oleh narasumber tadi”
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa IAT untuk lebih siap dan terarah dalam menjalani penelitian dan mempercepat kelulusan mereka dengan bekal yang lebih matang di bidang tafsir.

Similar Posts