+6282292166343

Hubungi Kami

Jl. Sultan Qaimuddin No. 17

Baruga Kendari

08:00 - 16:00 WITA

Senin s/d Jumat

MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH DI WISUDA TAHFIDZ OLEH REKTOR IAIN KENDARI

31 Oct

MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH DI WISUDA TAHFIDZ OLEH REKTOR IAIN KENDARI

KENDARI, FUAD- 31 Oktober 2019 mahasiswa  IAIN KENDARI sebanyak 31 orang  diwisuda Tahfidz oleh Rektor IAIN   Prof. Dr.  Faizah Binti Awad, M.Pd. Dari jumlah tersebut,  sebanyak 22 orang adalah mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah yang tersebar diempat program studi yaitu: Prodi BPI 1 orang, Prodi IQT 18 orang, Prodi KPI 1 orang dan Prodi MD 2 orang. Dengan jumlah yang ada menunjukkan bahwa  FUAD menjadi penyumbang terbesar hafidz dan hafidzah dalam acara wisuda tersebut.

Wisuda kali ini mengusung tema “Meraih Berkah Al-Qur’an Menuju IAIN Sebagai Pusat Kajian Islam Transdisipliner”. Dalam acara tersebut terdapat dua narasumber yang membawakan materi berkaitan denga tema tersebut. Yakni Prof. Dr.  Faizah Binti Awad, M.Pd. dan Drs. K.H. Muhammad Sabir, M.M.

Dalam acara tersebut Rektor IAIN menyampaikan bahwa Selain menghafal al-Qur’an, seharusnya para hufadz dapat juga mengkaji isi yang terkandung dalam al-Qur’an. Karena  al-Qur’an berisi  tentang akhlak, akidah, muamalah dan lain sebagainya. Misalnya akhlak terhadap hubungan sesama manusia rusak karena mereka tidak mengamalkan isi yang ada di dalam al-Qur’an. Selain itu juga bacaan al-Qur’an hendaknya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari tutur beliau.

Selanjutnya K.H Sabri mengatakan bahwa Banyak ayat dan hadis yang menyinggung masalah keberkahan. Salah satunya adalah belajar dengan guru ketika menghafal al-Qur’an. Karena ketika salah maka aka nada yang membenarkannya. Sebagai penghafal al-Qur’an harus banyak-banyak muraja’ah supaya hafalannya tidak hilang. Karena hal yang lebih sulit adalah mempertahankan hafalan yang sudah ada. Meraih keberkahan bisa juga dengan membaca dan mendengarkan al-Qur’an. Menjadikan al-Qur’an sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Kemudian beliau juga menegaskan bahwa seyogyanya sebelum menghafal al-Qur’an seharusnya baca’an al-Qur’an diperbaiki sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.

Selamat kepada para mahasiswa, mudah-mudahhan menjadi para hafidz dan hafidzah yang dapat meraih keberkahan dari al-Qur’an, dan juga tahun-tahun berikutnya tradisi seperti ini tetap dipertahankan di IAIN Kendari.