Komunitas Radio Fajar dan KREASI Menerima Anggota Baru di Boro-Boro

Penerimaan anggota baru merupakan salah satu agenda tahunan pada komunitas Radio Fajar IAIN Kendari. Tahun 2018 ini komunitas Radio Fajar menerima anggota baru yang nantinya akan menjadi penyiar dan jurnalis radio sebanyak 24 orang, yang kesemuanya merupakan mahasiswa dari program studi Komunikasi Penyiaran Islam. Tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini komunitas Radio Fajar tidak lagi membuka kesempatan bagi mahasiswa prodi di luar KPI untuk bergabung. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2018 jumlah mahasiswa baru prodi KPI meningkat 100 persen yaitu sebanyak 50 orang.

Setelah melewati proses pendaftaran dan seleksi, mahasiswa yang dinyatakan lolos kemudian mengikuti prosesi penerimaan di Boro-Boro Konawe Selatan pada tanggal 23 September 2018. Prosesi penerimaan ini juga sebagai proses mempererat silaturahmi antara junior dan senior, serta dapat meneguhkan komitmen anggota baru sebagai anggota dari komunitas Radio fajar IAIN Kendari.

Read More

Mahasiswa FUAD Ikuti Workshop Pengembangan Wawasan Multikultural

Indonesia merupakan negara dengan penduduk yag multikulur. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia menjadi rawan terhadap perpecahan maupun konflik antar agama. Melihat hal tersebut, Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara, menggagas kegiatan yang bertema workshop pengembangan wawasan multikultural bagi mahasiswa. Workshop ini berlangsung pada 19 September 2018, yang diadakan di Hotel Clarion Kendari.

Dalam kegiatan workshop ini, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Kendari turut diundang untuk menjadi peserta. Sejumlah 35 orang mahasiswa FUAD yang diambil dari empat program studi yang ada di FUAD ikut dalam acara workshop tersebut. Seperti yang dipaparkan oleh Hesti mahasiswi program studi manajemen dakwah semester V  mengatakan bahwa, workshop yang dihelat sehari tersebut sangat menarik, karena menampilkan pemateri dan pemuka dari agama-agama lain seperti Kristen, Hindu, dan lain sebagainya. Selain itu menurut Hesti, dalam workshop tersebut juga dijelaskan bagaimana sebaiknya kita hidup berdampingan dalam masyarakat yang memiliki budaya dan agama yang berbeda. Ditambahkan juga oleh Hesti bahwa mereka sangat senang mengikuti acara tersebut, karena telah menambah wawasan dan juga pengetahuan mereka dibidang multikultural.